Katalis Reaksi Kimia Perairan

Written By Lencir Kuning on Thursday, May 9, 2013 | 6:11 PM

Fungsi Ganggang dan Bakteri sebagai Katalis reaksi Kimia Perairan

Mikroorganisme, seperti bakteri, cendawan dan ganggang merupakan katalis hidup yang dapat mempengaruhi sejumlah proses - proses kimia yang terjadi dalam air dan tanah. Sebagian besar reaksi - reaksi kimia penting yang terjadi dalam perairan, terutama yang melibatkan bahan - bahan organik dan proses oksidasi - reduksi terjadi melalui perantara bakteri. Ganggang merupakan produsen primer bahan organik biologis (biomas) dalam air. Cendawan dan beberapa jenis bakteri menghancurkan senyawa organik yang kompleks menjadi senyawa - senyawa yang sederhana (sebagai perombak), oleh sebab itu memerlukan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan metabolismenya. Perombak hanya dapat menggunakan energi kimia, sehingga beberapa perubahan kimia yang dipengaruhinya akan kehilangan energi bebas netro. Dengan demikian, dibandingkan dengan organisme yang lebih tinggi, penggunaan nergi oleh bakteri dan cendawan sangat efisien. Ganggang digolongkan sebagai produsen karena menggunakan energi matahari dan menyimpannya sebagai energi kimia yang terkandung dalam biomas.

Cendawan dan bakteri diatas tanah merubah biomas mati menjadi bahan - bahan organik yang kemudian beberapa dari produk ini masu ke perairan. Penjelasan lebih detail tentang katalis kimia perairan dapat anda lihat di bawah ini :

Ganggang

Dalam ekosistem akuatik, ganggang sebagai organisme mikroskopis umum yang berfungsi sebagai produsen hidup dari hara - hara anorganik dan menghasilkan bahan organik dari karbon dioksida melalui reaksi fotosintesis. Hara - hara umum yang dibutuhkan oleh ganggang adalah karbon yang berasal dari CO2 atau HCO3, nitrogen umumnya sebagai NO3, fosfor yang sebagian dalam bentuk ortofosfat, belerang sebagai SO2 dan unsur - unsur renik termasuk natrium, kalsium, magnesium, besi, kobalt dan molibden. Dalam ketiadaan cahaya, ganggang memetabolisme bahan organik dalam hal yang sama seperti organisme non fotosintetik yaitu melakukan metabolismenya dengan menggunakan energi kimia dari degradasi simpanan pati atau lemak, atau dari konsumsi protoplasma ganggang itu sendiri.

Cendawan
Jenis mikroorganisme laiinya yang memberikan pengaruh terhadap perairan adalah cendawan. Cendawan tidak tumbuh baik dalam air, tetapi cendawan memainkan peranan yang cukup besar dalam penentuan komposisi air karena produksi yang cukup banyak dari hasil - hasil dekomposisi oleh cendawan darat yang akhirnya masuk ke perairan. Cendawan adalah organisme non fotosintetik, membutuhkan oksigen untuk kehidupannya (organisme aerobic), dan umumnya tumbuh dengan subur dalam media yang lebih asam dari pada bakteri. Cendawan juga lebih toleran terhadap konsentrasi ion - ion logam berat yang lebih tinggi dibandingkan bakteri.

Klasifikasi Bateri

Bakteri dapat dibagi menjadi dua golongan utama, yaitu autotropik dan bakteri hetetropik. Untuk pertumbuhannya bakteri autotropik tidak tergantung dari bahan organik, dan hidup dengan sempurna dalam medium anorganik. Bakteri ini menggunakan karbon dioksida atau jenis - jenis karbonat lain sebagai sumber karbon dan jumlah sumber energi yang digunakan tergantung dari jenis bakterinya. Sebuah contoh dari jenis autotropik adalah gallionela. Dengan adanya oksigen bakteri itu tumbuh dalam suatu medium yang mengandung NH4CL, fosfat, garam - garam mineral, CO2 sebagai sumber karbon, dan FeS padat sebagai sumber energi.

Berlangganan Artikel Kesmas Disini

 
berita unik