Sanitasi Makanan Kaleng

Written By Lencir Kuning on Monday, July 13, 2015 | 12:25 AM

Standar Sanitasi Makanan Kaleng

Makanan kaleng diproduksi oleh kalangan industri. Makanan semacam itu jarang menyebabkan keracunan makanan, asalkan pengawasan atau proses produksinya memenuhi syarat, teratur, dan bersih. Kaleng yang dipakai terbuat dari logam yang dilapisi timah. Namun, karena timah sering berlubang, timah perlu dilapisi lagi oleh lapisan sejenis damar resin yang bersifat sintetis untuk mencegah kontak langsung antara makanan dan logam atau sebagai tahanan sehingga tidak terjadi kontak. Sebelum makanan dimasukkan ke dalam kaleng, kaleng tersebut perlu dicuci bersih lebih dahulu dan disterilkan pada suhu tinggi. Setelah itu, makanan dimasukkan ke dalamnya dan kaleng ditutup rapat dengan cara menjepit bagian pinggirannya sehingga tidak bocor.

Pemeriksaan Makanan Kaleng

Di dalam pemeriksaan kemasan kalengnya, apabila kedua ujung kaleng yan menonjol keluar ditekan, bagian itu akan mencekung ke dalam, tetapi bagian lain akan mencembung keluar. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam kaleng terdapat udara. Kondisi itu dapat terjadi karena isi kaleng terlalu banyak atau makanan kaleng dibawa ke daerah ketinggian yang bertekanan udara rendah. Namun, hal itu sebagian disebabkan oleh makanan yang telah bereaksi dengan logam dan membentuk ion H plus. Proses tersebut dapat terjadi setelah kurang lebih 1 tahun sejak makanan dikalengkan. Dekomposisi kegiatan bakteri anaerobik dapat terjadi pada makanan yang tidak diasamkan yang memungkinkan terjadinya botulisme.

Pengawetan Makanan Kaleng


Usaha pengawetan makanan sudah dilakukan sejak dahulu, yang dimulai dengan cara pengasapan atau pengeringan. Di setiap negara, cara pengawetan makanan tidak sama karena terjadinya perkembangan teknologi yang menyebabkan perubahan taraf kehidupan penduduk di suatu negara. Perubahan - perubahan tersebut dapat terjadi secara cepat atau lambat, dalam hal ini perubahan lambat yang berlangsung adalah perubahan dalam cara kebiasaan makan. Perkembangan tekhnologi pada pengawetan makanan bergantung pada faktor cara kebiasaan makan dan daya beli penduduk.

Berlangganan Artikel Kesmas Disini

 
berita unik