Dampak Kesehatan Masyarakat Limbah Medis

Written By Lencir Kuning on Sunday, November 11, 2012 | 6:19 PM

Dampak Kesehatan Masyarakat Akibat Medis Sarana Pelayanan Kesehatan

Akhir-akhir ini, pertumbuhan pelayanan kesehatan berkembang amat pesat sekali yang hal itu  meliputi :
  • Pelayanan medik (Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus)  dan penunjang pelayanan medik (Laboratorium Klinik)
  • Pelayanan primer (Puskesmas)  maupun pelayanan sekunder (Rumah Sakit)
  • Pelayanan primer rawat inap (Puskesmas Perawatan
Berdasarkan aspek manfaat dan kerugiannya di bidang kesehatan masyarakat, maka terdapat beberapa hal yang seyogyanya dicermati, yaitu :

Dampak positif :
  • Diagnosis penyakit semakin tepat
  • Perujukan penderita dapat tepat dan cepat
  • Kemudahan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
  • Mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
Dampak negatif
  • Limbah medik yang timbul
  • Pengelolaan limbah medik
  • Pembuangan limbah medis

Pada dasarnya limbah rumah sakit itu dapat berupa (Djojodibroto, 1991) :
  • limbah cair
  • limbah padat
  • limbah gas
Beberapa jenis limbah diatas antara lain dapat berasal dari :
  • antibiotik kadaluwarsa
  • peralatan medik terkontaminasi
  • kemasan obat
  • limbah infeksi
  • sampah biologis
  • pelayanan medik
  • pelayanan perawatan
  • farmasi
  • laboratorium
  • radiografi
  • penelitian
  • dan sebagainya

Selanjutnya secara katagori limbah tersebut diatas digolongkan menjadi :
  • limbah benda tajam: jarum, pipet,kaca,pisau bedah yang tidak hanya tajam, namun juga berpotensi menularkan penyakit
  • limbah infeksius : berasal dari laboratorium, kamar isolasi, kamar operasi, kamar perawatan, klinik, ruang gawat darurat yang berpotensi menularkan penyakit.
  • limbah jaringan tubuh : darah, nanah, amputasi kaki, amputasi tangan, cairan tubuh, plasenta, rambut, kuku, tinja dan urine
  • limbah sitotoksik : sisa obat anti sel kanker
  • limbah farmasi : obat kadaluwarsa, obat terkontaminasi, obat yang dikembalikan penderita, obat yang tidak dipakai, dan lain-lain
  • limbah kimia :  obat atau sisa obat yang terdapat di apotik, bangsal, poliklinik, laboratorium patologi klinik, laboratorium patologi anatomi, laboratorium mikrobiologi, laboratorium farmakologi, laboratorium medical forensic, dan sejenisnya. Limbah ini ada yang berbahaya dan ada juga yang tidak berbahaya. Ada yang mudah meledak, mudah terbakar, mudah menguap, korosif dan sebagainya. Limbah B-3 ini harus dikelola sesuai petunjuk.
  • limbah radioaktif :  adalah bahan-bahan yang terkontaminasi radio-isotop, sehingga pengelolaan limbah radio-aktif harus dilakukan sesuai Peraturan Pemerintah tentang Limbah B-3 dan Nuklir.
Sementara titik tangkap bahan-bahan kimia di dalam tubuh manusia yang amat bervariasi sekali, yaitu tidak sama antara bahan kimia yang satu dibanding yang lainnya. Contoh tersebut diatas memberikan peringatan kepada berbagai pihak agar berhati-hati bila akan melakukan monitoring (misalkan akan mengambil sampel, melakukan pengukuran, dan sebagainya).

Berdasarkan analisis Risiko dari sampah medis mempunyai potensi resiko sebagai berikut:

a. Limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah jaringan tubuh manusia mempunyai kemungkinan untuk :
  • menularkan penyakit
  • melukai
  • mengganggu estetika
  • mengganggu aroma udara
  • mengundang vektor penyakit
  • sumber infeksi nosokomial
  • penyebab kecelakaan kerja

b. Limbah farmasi, limbah kimia dan limbah radioaktif mempunyai kemungkinan untuk meracuni
  • memberikan efek karsinogenik
  • mengganggu estetika
  • melukai (untuk yang korosif)
  • memberikan efek kebakaran (untuk yang flamable)
c. Limbah radioaktif mempunyai kemungkinan untuk :
  • memberikan efek karsinogenik
  • kesalahan penanganan

Berlangganan Artikel Kesmas Disini

 
berita unik