Air Minum dari Air laut

Written By Lencir Kuning on Friday, February 1, 2013 | 8:06 PM

Proses Produksi Air Bersih dari Bahan Baku Air Laut
 
Dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut. namun, sedikit orang yang mau meminum air langsung dari laut, karena memang buknaya  menghilagkan rasa haus, justru air itu membuat kering tenggorokan, bahkan bagai terbakar rasanya, tapi kini, berkat teknologi, air asin pun bakal sebening dan sesejuk air pegunugan serta siap untuk di minum.

 "Pemanfaatan teknologi pengolahan air asin harus disesuaikan dengan kondisi air baku, biaya yang tersedia, kapasitas dan kualitas yang diinginkan oleh pemakai"

Teknologinya memang tengah dikembangkan kelompok Teknologi Pengolahan Air Bersih dan Limbah Cair, Direktorat Teknologi Informasi, Energi dan Material BPPT. Dan lembaga ini telah melakukan beberapa uji coba yang secara nyata  telah dirasakan oleh masyarakat pantai di indonesia seperti di Kepulauan  Serribu dan Sulawesi.

Menurut Arie Herlambang teknologi alat pengolahan air asin dikenal dengan cara destilasi, pertukaran ion, elektrodialisasi dan Osmosaa Balik. Namun, masing - masing teknologi mempunyai keunggulan dan kelemahan. Pemanfaatan teknologipengolahan air asin harus disesuaikan  dengan kondisi  air baku,biaya yang tersedia, kapasitas dan kualitas yang diinginkan oleh pemakai air.
 

Diantara berbagai macam teknologi tersebut yang banyak dipakai adalah teknologi destilasi dan Osmosa Balik. Tejnologi destilasi umumnya banyak dipakai di tempat yang mempunyai energi, terbuang (pembakaran gas minyak pada kilang minyak), sehingga dapat menghemat biaya operasi daan skala produksinya besar (lebih 500 m3 /hari ). Sedangkan teknologi Osmosa Balik banyak dipakai dalam skala yang lebih kecil.

Aliran Osmosa Balik adalah kecepatannya dalam memproduksi air, karena menggunakan tenaga pompa. Kelemahanya adalah penyumbatan pada selaput membran oleh bakteri dan kerak kapur atau fosfat  yang umum terhadap dalam air asin atau laut. Untuk mengatasi kelemahannya pada unit pengolahan air Osmosa  Balik selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakan dan anti penyumbatan oleh bakteri. Sistem membran reserve  yang dipakai dapat berupa membran hollow fibre, lempengan /plate atau berupa spiral Wound. Membran ini mampu menurunkan kadar garam hingga 90 - 98%. Air hasil olahan sudah bebas dari bakteri dan dapat langsung diminum.


Untuk penerapan teknologi pengolahan air asin sistem Osmosa Balik, menurut Arie, banyak dipakai di banyak negara seperti Amerika , Jepang, Jerman dan Arab. Teknologi ini banyak dipakai untuk memasok kebutuhan air tawar bagi kota - kota tepi pantai yang langka sumber air tawarnya. Pemakaianlain adalah kapal Laut, Industri farmasi industri elektronika dan rumah sakit. 

Lebih jelasnya, Unit Bergerak Pengolahan Asin itu dimaksudkan sebagai Unit Emergency yang dapat membantu dalam penyediaan Air bersih  pada keadaan bencana alam, wabah diare atau muntaber pada suatu wilayah, kekurangan air tawar selama musim kemarau terutama pada daerah pantai.

Penjelasnnya, pada proses dengan membrab, pemisah air dari pengotorannya didasarkan pada proses  penyaringan dengan skala molekul. Di dalam proses desalinasi  air laut dengan sistem Osmosa Balik, tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dengan air lautnya, karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi Sekali. Pada prakteknya untuk menghasilkan air tawar, air asin atau air laut dipompa dengan tekanan tinggi kedalam  suatu modul membran Osmosi Balik yang mempunyai dua buah PIPA keluaran , yakni piapa keluaran  untuk air tawar yang dihasilkan dan pipa keluaran untuk air garam yang telah dipekatkan.

Konkritnya, didalam membran Osmosa Balik tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran molekul, yakni partikel yang molekulnya lebih besar dari pada molekul air, misalnya molekul garam dan lainya, akan terpisah dan akan ikut kedalam air buangan . Oleh karena itu air yang akan amsuk ke dalam membran Osmosa Balik harus mempunyai persyaratan tertentu, misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi harus <0,1 mg/i, pH harus dikontrol agar tidak terjadi  pergerakan kalsium karnat dan lainnya.

Pengolahan air minum dengan sistem Osmosa Balik terdiri dari  dua bagian, yakini unit pengolahan awal daan unti Osmosa Balik. Salah satu contoh diagram  proses pengolahan air laut terutama  yang dekat dengan pantai masih mengandung  partikel padatan tersuspensi, ineral, plankton dan lainya, maka air beku tersebut perlu dilakukan pengolahan awal sebelum diproses di dalam unit Osmosa Balik.

Unit bergerak Pengolahan asin itu dimaksudkan sebagai Unit Emergency yang dapat membantu dalam penyediaan air bersih pada keadaan bencanan alam, wabah diare atau muntaber pada suatu wilayah, kekurangan air tawar selama musim kemarau terutama pada daerah pantai

Unit pengolahan pendahuluan tersebut terdiri dari  beberaapa peralatan utama yakni pompa air baku, tangki reaktor (kontraktor), saring pasir, filter untuk penghilang warna  (color removal) serta filter cartridge ukuran 0,5 m. sedangkan  unit Osmosa Balik terdiri  dari pompa tekanan tinggi  dan membran Osmosa Balik serta  pompa dosing  klorine dan sterilisator ultra violet (UV).
  

Proses Pengolahan

Proses  pengolahan air laut dengan teknologi ini adalah  air baku (air laut) di pompa ketangki reaktor (kontraktor), sambil diinjeksi dengan larutan Klorin atau Kalium permanganat agar Zat Besi atau  mangan yang larut dalam air baku. Selain itu pembubuhan Klorin atau  Kalium  permanganat berfungsi untuk  membunuh mikro organisme  yang dapat menyebabkan biofouling penyumbatan oleh bakteri) di dalam membran  Osmosa Balik.  

Dari tangki reaktor, air dialirkan  ke saringan pasir cepat agar senyawa Besi atau mangan yang telah  teeroksidasi dan juga padatan tersuspensi (SS) yang berupa partikel halu, plankton dan dari saringan pasir selanjutnya dialirkan ke filter Mangan Ziolet. Dengan adanya filter mangan Ziolet ini, zat Besi atau Mangan yang belum ter Osmosa Baliksidasi di dalam tangki reaktor dapat dihilangkan sampai. konsebtrasi <0,1 mg/1. Zat Besi dan mangan ini harus dihilangkan  terllebih dahulu  karena zat - zat tersebut dapat menimbulkan kerak (scale) di dalam membran Osmosa Balik.

"Sebaiknya sir hasil olahan dijual kepada masyarakat yang  membutuhkan dengan harga Rp. 25 tiap liter Harga ini masih bersaing jika dibandingkan dengan harga air bersih di daerah yang sulit, yaitu antara Rp. 500 - 1000,- tiap 20 liter atau berkisra 25 - 50 rupiah tiap liter air yang masih  belum siap untuk diminum".

Dari filter Mangan Zeolit,air dialirkan ke filter penghilang warna. Filter  ini mempunyai fungsi untuk menghilangkan senyawa warna dalam air baku  yang dpat mempercepat penyumbatan membran Osmosa Balik. Setelah memulai filter penghilang warna, air dialirkan ke filter cartridge yang dapat menyaring partkel dengan ukuran 0,5 m. setelah memulai filter cartridge, air dialirkan ke unit Osmosa Balik dengan mengunakan pompa tekanan tinggi sambil diinjeksi dengan zat anti kerak (antiskalant) dan zat anti biofouling. Air yang keluar dari modul  membran Osmosa Balik yakni air tawarnya dipompa ketangki penampungan sambil dibubuhi dengan Klorine dengan konsentrasi tertentu oleh mikroba, sedangakan air garamnya dibuang lagi ke laut.
  
Untuk pengoperasian unit ii memerlukan bahan bakar, pelumas, bahan kimia, pergantian cartridge filter dan media filter. Oleh sebab itu, sebaiknya air hasil olahan dijual kepada masyarakat yang membutuhkan dengan harga Rp. 25 per liter. Harga ini masih bersaing jika dibandingkan dengan harga air bersih di daerah yang sulit antara Rp. 500 -1000.- tiap 20 liter atau berkisra 25 - 50 rupiah tiap liter air yang masih  belum siap untuk diminum. Jika di asumsikan unit dioperasikan dengan 75% kapasitasnya, maka dalam  setahun diproduksi sebesar 2700 m3. air bersih siap minum.

Namun demikian, Unit bergerak Pengolah Air Payau Osmosa Balik ini merupakan unit darurat, yang hanya dipergunakan dalam keadaan musim kemarau, sehingga perhitungan ekonomi tertentu menjadi berkurang, kecuali unit tersebut dipergunakan sepanjang tahun seperti  yang terdapat di Kepulauan Seribu.

Berlangganan Artikel Kesmas Disini

 
berita unik