Pencemar Anorganik dalam Air

Written By Lumajangtopic on Tuesday, March 26, 2013 | 7:16 PM

Berbagai Bahan Pencemar Anorganik dalam Air


Kebanyakan dari bahan pencemar anorganik yang penting terdapat sebagai unsur - unsur renik. Sinida (CN-) merupakan salah satu pencemar anorganik yang paling penting. Dalam air sianida terdapat sebagai HCN, suatu asam lemak dengan pKg = 6 X 10 pangkat - 10. Ion sianida mempunyai afinitas kuat terhadap banyak ion logam, misalnya membentuk ferrosianida yang relatif kurang beracun, Fe(CN), HCH merupakan gas yang mudah menguap dan sangat beracun. Sianida banyak digunakan secara luas dalam industri, terutama untuk pembersih logam dan pengelasan listrik. Gas ini merupakan salah satu gas utama efluen pencemar dari dapur gas dan oven - oven batu bara. Sianida di gunakan pula dalam prosesing mineral - mineral tertentu, seperti dalam pencucian bijih emas.

Bahan pencemar anorganik lainnya adalah ammonia, karbon dioksida, hidrogen, sulfida, nitrit dan sulfit. Kehadiran senyawa nitrogen dalam bentuk ammonia yang cukup banyak memberikan masalah yang cukup besar terhadap kualitas air. Ammonia merupakan produk utama dari penguraian (pembusukan) limbah nitrogen organik yang keberadannya menunjukkan bahwa sudah pasti terjadi pencemaran oleh senyawa tersebut. Amonia kadang - kadang ditambahkan ke dalam bahan air untuk minum atau sumber air dengan pE rendah yang kemudian akan bereaksi klor untuk menyediakan "sisa klor" (pada proses penjernihan air minum). Ketika pKa dari ion ammoniun, NH4 plus, 26 kebanyakan dari amonia dalam air terdapat sebagai NH4 plus dari pada NH3 min.

Hidrogen Sulfida, H2S dihasilkan dari proses pembusukan bahan - bahan organik yang mengandung belerang oleh bakteri anaerob, juga sebagai hasil reduksi dengan kondisi anaerob terhadap sulfat oleh mikroorganisme dan sebagai salah satu bahan pencemar dari industri kimia, pabrik kertas, pabrik tekstil dan penyamakan kulit dapat mengandung H2S merupakan asam lemak dengan harga pKa (1) = 6,99 dan pKa (2) = 12,92. Ion S2 min tidak pernah di temukan dalam perairan alami yang bersifat normal. Ion sulfida mempunyai affinitas yang menajubkan dengan banyak logam - logam berat, dan pengendapan dari logam - logam sulfida sering kali menyertai terbentuknya H2S.

Kabon Dioksida bebas, CO2 sering kali terdapat di dalam air konsentrasi tinggi sehubungan terjadinya pembusukan bahan - bahan organik, karbon dioksida di gunakan untuk "melunakkan" air, pada proses rekarbonisasi dalam pengolahan air. Kandungan CO2 yang cukup tinggi, air akan lebih bersifat korosif dan akan membahayakan kehidupan akuatik.

Ion nitrit, NO2 min terdapat dalam air sebagai "an intermediate Oxidation State" dari nitrogen. Kadang kala nitrit di tambahkan pada beberapa proses industri untuk mencegah terjadinya korosi. Jarang terdapat pada air minum pada konsentrasi lebih dari 0,1 mg/l.
 
berita unik