Fungsi dan Peranan Hutan

Written By Lencir Kuning on Thursday, March 19, 2015 | 10:44 PM

Fungsi Hutan sebagai Penyeimbang Lingkungan

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.

Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar. Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas.

Pohon sendiri adalah tumbuhan cukup tinggi dengan masa hidup bertahun-tahun. Jadi, tentu berbeda dengan sayur-sayuran atau padi-padian yang hidup semusim saja. Pohon juga berbeda karena secara mencolok memiliki sebatang pokok tegak berkayu yang cukup panjanga dan bentuk tajuk (mahkota daun) yang jelas.
Suatu kumpulan pepohonan dianggap hutan jika mampu menciptakan iklim dan kondisi lingkungan yang khas setempat, yang berbeda daripada daerah di luarnya. Jika kita berada di hutan hujan tropis, rasanya seperti masuk ke dalam ruang sauna yang hangat dan lembab, yang berbeda daripada daerah perladangan sekitarnya. Pemandangannya pun berlainan. Ini berarti segala tumbuhan lain dan hewan (hingga yang sekecil-kecilnya), serta beraneka unsur tak hidup lain termasuk bagian-bagian penyusun yang tidak terpisahkan dari hutan.

Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu, tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman pertanian pada lahan hutan. Sebagai fungsi ekosistem hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna, dan peran penyeimbang lingkungan, serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai fungsi penyedia air bagi kehidupan hutan merupakan salah satu kawasan yang sangat penting, hal ini dikarenakan hutan adalah tempat bertumbuhnya berjuta tanaman.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai banyak skali hutan, akan tetapi hutan yang berada di indonesia rata - rata tidak terpelihara dan cenderung terbakar atau disalahgunakan sehingga banyak skali hutan yang hilang. Sekarang ini mungkin sudah banyak hutan-hutan yang kita punya sudah terbakar dan habis yang banyak diganti dengan kawasan pertanian. Berkurangnya hutan di Indonesia Penyebab langsung berkurangnya hutan di Indonesia tidaklah kompleks. Kebanyakan penggundulan hutan adalah akibat dari penebangan hutan dan pengubahan hutan menjadi pertanian. Saat ini Indonesia menjadi eksportir kayu tropis terbesar di dunia – suatu komoditas yang menghasilkan hingga 5 milyar USD tiap tahunnya – dan produsen minyak kelapa terbesar kedua, salah satu dari minyak sayur paling produktif di dunia, digunakan di apa pun mulai dari biskuit hingga biofuel.

Penebangan kayu secara legal berdampak pada berhektar- hektar hutan setiap tahunnya di Indonesia, namun penebangan hutan ilegal yang telah menyebar meningkatkan secara drastis keseluruhan daerah, dan mungkin lebih tinggi – di tahun 2004. Meskipun ada larangan resmi untuk mengekspor kayu dari Indonesia, kayu tersebut biasanya diselundupkan ke Malaysia, Singapura, dan negara-negara Asia lain. Dari beberapa perkiraan, Indonesia kehilangan pemasukan sekitar 1 milyar dollar pertahun dari pajak akibat perdagangan gelap ini. Penambangan ilegal ini juga merugikan bisnis kayu yang resmi dengan mengurangi suplai kayu yang bisa diproses, serta menurunkan harga internasional untuk kayu dan produk kayu.

Penebangan hutan di Indonesia telah membuka beberapa daerah yang paling terpencil, dan terlarang, di dunia pada pembangunan. Setelah berhasil menebangi banyak hutan di daerah yang tidak terlalu terpencil, perusahaan-perusahaan kayu ini lantas memperluas praktek mereka ke pulau Kalimantan dan Irian Jaya, dimana beberapa tahun terakhir ini banyak petak-petak hutan telah dihabisi.

Selain penebangan, pengubahan hutan untuk pertanian ukuran besar, terutama perkebunan kelapa sawit, telah menjadi kontributor penting bagi berkurangnya hutan di Indonesia. Kawasan kelapa sawit meluas dari 600.000 hektar di tahun 1985 menjadi lebih dari 5,3 juta hektar di tahun 2004. Pemerintah berharap kondisi ini akan berlipat ganda dalam waktu satu dekade dan, melalui program transmigrasi, telah mendorong para petani untuk mengubah lahan hutan liar menjadi perkebunan. Karena cara termurah dan tercepat untuk membuka lahan perkebunan adalah dengan membakar, upaya ini justru memperburuk kondisi: setiap tahun ratusan dari ribuan hektar are berubah menjadi asap saat pengembang dan agrikulturalis membakar kawasan pedalaman sebelum musim hujan datang di bulan Oktober atau November.

Hilangnya hutan- hutan di indonesia adalah mimpi buruk bagi seluruh makhluk hidup di dunia. diharapkan agar hutan tetap dijaga kelestariannya. karena banyak dampak buruk yang ditimbulkan oleh hilangnya hutan (dibakar atau ditebang liar). selain berkurangnya produksi oksigen bersih, banjir pun merajalela. dan tempat habitat hewan langka, liar di hutan pun terganggu.ini semua merugikan semua orang yang tidak bersalah yang merasakan dampaknya.
Seringkali kita melupakan manfaat dari hutan tersebut, padahal hutan mempunyai manfaat yang sangat besar untuk kehidupan kita khususnya negara Indonesia.

Hutan memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Peranan hutan dalam  rangka peningkatan ekonomi masyarakat direalisasikan dalam  bentuk apapun.

FUNGSI HUTAN DALAM PEMBANGUNAN
Dalam pola umum pembangunan jangka panjang kedua diletakkan pada bidang ekonomi diantaranya dititikberatkan  pada pembangunan ekonomi yang  mengelola  kekayaan bumi Indonesia. Seperti kehutanan dan pertambangan  harus senantiasa memperhatikan  bahwa  pengelolaan sumberdaya alam, selain  untuk memberi manfaat masa kini, juga harus menjamin kehidupan masa depan.  Sumberdaya alam yang terbaharui harus dikelola  sedemikian rupa sehingga fungsinya dapat selalu terpelihara sepanjang masa. Oleh karena itu,  sumberdaya alam harus dijaga agar kemampuannya untuk memperbaharui diri  sendiri selalu terpelihara.  Sumberdaya alam yang tidak terbaharukan harus  digunakan sehemat mungkin dan diusahakan hasilnya selama mungkin.

Pembangunan kehutanan harus makin diarahkan  untuk  meningkatkan  pemanfaatan hutan bagi industri dalam negeri sehingga dapat menghasilkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja yang sebesar-besarnya. Kebijakan umum pembangunan kehutanan dalam Pelita VI dituangkan di dalam GBHN 1993 sebagai berikut :

  • a.  pembangunan kehutanan diarahkan  untuk memberikan manfaat bagi sebesar-besarnya kemakmuran  rakyat dengan tetap menjaga kelestarian  dan fungsi hutan, dan dengan mengutamakan pelestarian sumberdaya alam dan fungsi lingkungan hidup, memelihara tata air, serta untuk memperluas kesempatan usaha dan lapangan kerja, meningkatkan sumber dan pendapatan negara, devisa serta mengacu pembangunan daerah.
  • b.  Pengembangan produksi hasil kayu dan non  kayu  diselenggarakan melalui upaya peningkatan pengusahaan hutan produksi, hutan rakyat, hutan tanaman industri dan upaya peningkatan  produktivitas hutan alam yang didukung oleh penyediaan bibit hutan tanaman hutan yang unggul dan budidaya kehutanan yang tangguh.
  • c.  Hutan sebagai salah satu penentu ekosistem, pengelolaannya ditingkatkan secara  terpadu dan berwawasan lingkungan  untuk menjaga dan memelihara fungsi tanah,  air, udara, iklim dan lingkungan  hidup serta memberikan  manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
  • d.  Upaya rehabilitasi hutan dan tanah kritis, konservasi tanah, rehabilitasi sungai, rawa, pelestarian gua-gua alam, karang laut, flora fauna langka serta pengembangan fungsi DAS ditingkatkan dan makin disempurnakan.
  • e.  Dalam pembangunan kehutanan, keikutsertaan masyarakat  di kawasan  hutan sekitarnya termasuk masyarakat transmigrasi kehutanan perlu diberi peluang dan ditingkatkan.
  • f.  Pengusahaan hasil  hutan disesuaikan dengan daya dukung sumberdaya alamnya agar kelestarian sumberdaya hutan terjamin dan perusakan lingkungan dapat dicegah.
  • g.  Pembangunan kehutanan perlu didukung dengan kegiatan penyuluhan, pendidikan dan  pelatihan, peraturan perundang-undangan, penyediaan informasi serta penelitian dan pengembangan. Pada Inti kebijaksanaan pembinaan  kawasan hutan,  terdapat langkah pelaksanaan sebagai berikut : Percepatan pemantapan kawasa, Peningkatan mutu dan produktivitas kawasan hutan dan hutan rakya, Peningkatan efisiensi dan produktivitas pengelolaan hutan dan pengelolaan hasil huta, Peningkatan peran serta masyarakat, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pendapatan daerah   tertinggal, Peningkatan peran serta koperasi, usaha menengah, kecil dan tradisiona, Peningkatan daya dukung lahan  melalui reboisasi dan rehabilitasi  lahan serta perbaikan mutu lingkungan hidup, Peningkatan mutu fungsi kawasan-kawasan konservasi hutan lindun, Pelestarian sumberdaya alam hayati dan ekosistemny, Peningkatan peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan kehutana, Peningkatan penyuluhan kehutanan,  peran pemuda dan wanita dalam pembangunan kehutana, Pengamanan hutan, hasil hutan dan sumberdaya alam hayati lainnya, Peningkatan peran peneliti dan pengembangan dalam pembangunan kehutana, Pengembangan kualitas sumberdaya manusia yang maju dan mandiri serta memiliki motivasi yang tinggi, Penyempurnaan kelembangaan, peraturan perundang-undangan dan sistem informasi manajemen kehutanan.

Berlangganan Artikel Kesmas Disini

 
berita unik