Sanitasi Lingkungan Pelabuhan

Written By Lumajangtopic on Tuesday, June 9, 2015 | 12:49 AM

Pendekatan Sanitasi Lingkungan Pelabuhan

Sanitasi lingkungan pelabuhan merupakan kegiatan menyeluruh dalam perencanaan, pengorganiasasian, pelaksanaan dan pengawasan pada aspek sanitasi lingkungan pelabuhan. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan penyakit menular dengan cara meniadakan atau menekan sekecil mungkin faktor lingkungan yang dapat menimbulkan pengaruh buruk (faktor risiko) di dalam kapal dan wilayah pelabuhan sehingga tidak menjadi sumber penularan penyakit.

Lingkungan pelabuhan merupakan tempat-tempat umum adalah tempat kegiatan bagi umum yang mempunyai tempat, sarana dan kegiatan tetap, diselenggarakan oleh badan pemerintah, swasta, dan atau perorangan yang dipergunakan langsung oleh masyarakat. Untuk dapat melakukan kegiatan sanitasi tempat-tempat umum secara lengkap harus ditinjau melalui tiga aspek pendekatan yaitu aspek teknis yang meliputi persyaratan dan peraturan mengenai tempat umum tersebut dan keterkaitannya dengan fasilitas sanitasi dasar.
 
Aspek sosial diantaranya adalah ekonomi dan sosial budaya dan aspek administrasi dan manajemen diantaranya adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. Akan tetapi kendala yang dialami sangatlah kompleks sehingga antara teori dan praktek dalam kegiatannya sulit untuk dapat berjalan dan berfungsi secara optimal.

Pada umumnya di dalam penerapan usaha sanitasi lingkungan pelabuhan dibutuhkan pendekatan terhadap aspek sosial. Dalam pendekatan aspek sosial diperlukan penguasaan pengetahuan antara lain tentang kebiasaan hidup, adat istiadat, kebudayaan, keadaan ekonomi, kepercayaan, komunikasi dan motivasi.

Pendekatan aspek sosial membutuhkan berbagai pertimbangan terhadap berbagai macam faktor dari kehidupan masyarakat, diantaranya faktor-faktor, sebagai berikut :

Pengertian karyawan serta masyarakat tentang pentingnya serta manfaat suatu usaha kesehatan masyarakat sangat diperlukan sebab tanpa adanya pengertian ini segala sesuatunya akan berjalan tanpa arah. Pengertian merupakan dasar pokok guna memperoleh kesadaran dan pengetahuan untuk bertindak secara aktif.

Pendekatan yang baik perlu dilakukan terutama terhadap pimpinan maupun karyawan perusahaan tempat-tempah umum atau fasilitas sanitasi, biasanya dilakukan dengan memberikan beberapa bentuk motivasi. Titik pangkal suksesnya usaha sanitasi lingkungan pelabuhan banyak bergantung dari cara pendekatan ini, ada 2 macam pendekatan terhadap pimpinan dan karyawan yang dapat ditempuh yaitu:
  • Pendekatan formal yaitu suatu pendekatan terhadap pimpinan secara resmi.
  • Pendekatan informal yaitu suatu pendekatan terhadap karyawan bawahan dimana pekerja berada dan dilakukan di tempat kerjanya.
Selain pendekatan di atas, menurut Buku Pedoman Sanitasi Tempat-Tempat Umum (Depkes 1996), pendekatan yang biasa digunakan aspek ini adalah pendekatan edukatif yang ditujukan kepada masyarakat umum dan masyarakat pengunjung tempat-tempat umum, khususnya dalam memberikan pengertian dan kesadaran tentang usaha sanitasi lingkungan.Dengan adanya pengertian dari masyarakat pelabuhan bahwa fasilitas yang tidak memenuhi persyaratan dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan dan menyebarkan berbagai penyakit, maka pengunjung/ masyarakat akan berusaha untuk senantiasa memelihara sanitasi lingkungan pelabuhan.

Faktor kesadaran terutama pengelola dan masyarakat pelabuhan dibutuhkan sekali guna pelaksanaan program, tanpa kesadaran maka pelaksanaan program sanitasi lingkungan pelabuhan akan mengalami hambatan dan kesulitan, karena tidak diketahui dan disadari akan pentingnya serta manfaatnya baik bagi institusi/ perusahaan maupun bagi pribadi staf/ karyawan yang bersangkutan. Faktor kesadaran diperoleh sebagai hasil pendekatan edukatif melalui penyuluhan atau pendidikan kesehatan.

Faktor partisipasi dari pengelola dan masyarakat pelabuhan secara total sangat dibutuhkan dalam rangka memelihara, membina dan mengembangkan usaha sanitasi. Partisipasi penuh dari masyarakat pelabuhan dapat diperoleh dan ditingkatkan dengan cara memberikan pengertian serta motivasi tentang pentingnya hygiene dan sanitasi lingkungan pelabuhan dipandang dari segi kesehatan maupun dari segi bisnis operasional.

Upaya kesehatan masyarakat khususnya usaha hygiene dan sanitasi lingkungan pelabuhan dibutuhkan adanya kerjasama dalam tim, tanpa kerja sama yang baik maka usaha ini tidak akan berjalan dengan baik.

Usaha hygiene dan sanitasi lingkungan pelabuhan terutama yang berhubungan dengan masalah perbaikan dan penyempurnaan tentu membawa konsekuensi biaya, tanpa ditunjang biaya yang memadai maka kegiatan ini tidak akan berjalan semestinya. Kegiatan ini sangat membutuhkan adanya anggaran khusus terutama guna pelaksanaan pemeliharaan. Kegiatan pemeliharaan sanitasi di lingkungan pelabuhan hendaknya menjadi komitmen bagi seluruh masyarakat pelabuhan. Tentu saja hal ini diikuti dengan manajemen pemeliharaan sanitasi yang baik antara lain berupa kecukupan personil kebersihan, alokasi dana yang mencukupi dari pihak pengelola pelabuhan.

Upaya pelaksanaan pengelolaan sanitasi Pelabuhan dilakukan oleh pengelola dan masyarakat pelabuhan dan selalu dipantau serta dilakukan pengawasan oleh PT. (Persero) Peliondo II, KKP dan mayarakat. Dalam penyelenggaraan sanitasi pelabuhan harus dipertimbangkan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), penggerakan (Actuating) serta unsur pengawasan (Controlling) yang baik.

Upaya ini diarahkan pada ruang lingkup pengelolaan sanitasi lingkungan pelabuhan diantaranya : Penyediaan air minum, pengamanan makanan dan minuman, hygiene sanitasi bangunan/ gedung, sanitasi kapal, sumber pencemaran, dan pengendalian vektor dan binatang penular penyakit. Untuk mencapai hasil yang baik perlu adanya kerjasama lintas program dan lintas sektor. Oleh karena itu dalam perencanaan dan atau pelaksanaan program sanitasi lingkungan perlu melibatkan instansi/ lembaga terkait.
 
berita unik