Dampak Pencemaran Pestisida Pada Kanker

Written By Lumajangtopic on Thursday, August 6, 2015 | 1:56 AM

Suatu penelitian yang dilakukan oleh laboratorium bioteknologi di kota Reston, As, menunjukkan bahwa pestisida yang digunakan dalam pertanian serta obat pembasmi hama lainnya yang biasa dipakai dalam rumah tangga, dapat mengakibatkan penyakit kanker dan jantung. Menurut hasil penelitian yang diumumkan kemarin, penggunaan pestisida dalam jumlah kecil sudah dapat membahayakan mereka yang sensitif terhadap pestisida. Termasuk dalam jenis pestisida ini adalah obat - obat pembasmi hama biasa, seperti DDT, obat pembasmi hama kecoak/lipas dan tikus, yang lazim digunakan sehari - hari dalam rumah tangga. Bagi kelompok yang sensitif. penggunaan pestisida sedikit saja bisa mengakibatkan asma, bronkitis (gangguan pada saluran pernapasan), eksim, dan sakit kepala yang terus menerus. Demikian yang dilaporkan wartawan Kompas Threes Nio dari New York.

Jika pestisida di satu pihak sangat membantu pertanian, di pihak lain berdasarkan penelitian di atas, juga merusak fungsi kekebalan tubuh manusia yaitu keadaan yang membuat tubuh makin mudah terkena infeksi virus atau bakteri, dan yang mengurangi kemampuan tubuh memperbaiki dirinya sendiri. Kerusakan terus menerus dari sistem kekebalan itu akan menambah besar kemungkinan orang untuk menderita penyakit kanker dan berbagai penyakit jantung.

Penelitian ini belum menemukan apa dampak dari penggunaan yang sedikit dalam jangka waktu panjang. Namun dikatakan, tubuh manusia menimbun pestisida di dalam jaringan otak, sumsum tulang, hati, usus dan limpa dengan menghirup pestisida ataupun bekas - bekasnya melalui pernapasan langsung dengan kontak badan dan dengan memakan bekas - bekas pestisida yang terdapat di dalam makanan dan minuman. Juga dikatakan, dalam jangka panjang pestisida dapat menambah kepekaan orang terhadap penyakit - penyakit kronis yang membutuhkan sistem kekebalan tubuh yang baik untuk memperbaiki atau mejaga kesehatan.

Pestisida dalam jumlah kecil terdapat di dalam air minum, makanan sehari - hari, udara (misalnya setelah penyemprotan sawah atau kebun), dan i dalam rumah jika rumah disemprot dengan obat antihama.

 
berita unik