Aspek Kesehatan Audit Lingkungan

Written By Lencir Kuning on Saturday, April 20, 2013 | 10:22 PM

Aspek dan Komponen Audit Lingkungan

Beberapa Aspek dalam Audit lingkungan antara lain sebagai berikut :
  1. Aspek manajemen
  2. Aspek ketaatan hukum
  3. Aspek fasilitas teknik
  4. Aspek amdal
  5. Aspek produk dan pemasaran
Audit Aspek Manajemen

Di dalam audit aspek manajemen ini mempelajari tentang :
  1. Kelembagaan (struktur organisasi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan) yang dikaji antara lain meliputi aspek lembaga yang mengurusi (bila ada nilainya tinggi), jika tidak ada bernilai rendah.
  2. Sumber daya manusia, yang perlu dicermati antara lain jumlah (nilai tinggi bila banyak) dan kualitas (nilai tinggi bila banyak)
  3. Pembiayaan, hal yang perlu dicermati :
  4. Metode, yang dicermati tentang SOP baku mutu lingkungan, jika kurang dari standart baku mutu - nilai tinggi, namun jika melebihi dari standart baku mutu - nilai rendah
  5. Peralatan, yang perlu dicermati, antara lain jika peralatan standart (nilai tinggi), namun jika peralatan tidak standart (nilai rendah)
     
Untuk menentukan nilai rendah atau tingi, berdasarkan atas profesional judgment

Mitigasi
Idealnya mitigasi dilakukan serentak pada :
  • Semua aspek lingkungan yang dinilai, tetapi kenyataan yang terjadi hal ini tidak dimunginkan sehingga harus dilakukan tindakan prioritas.
  • Pemilihan prioritas, dengan prioritas pertama yang dinilai score kurang dari 3 (standart nilai sedang). Prioritas selanjutnya yang nilai score kurang dari nilai hasil evaluasi keseluruhan (untuk contoh di atas yang nilai scorenya kurang dari 4,6). Dari hasil prioritas mitigsi dapat disusun rekomendasi dalam rangka perbaikan/peningkatan kerja.

Evaluasi Kinerja dalam Bidang Kesehatan Masyarakat

Pembangunan harus bermanfaat untuk manusia. Oleh sebab itu maslah kesehatan masyarakat harus mendapat perhatian lebih dari pada aspek yang lain.Komponen kesehatan masyarakat yag perlu mendapat perhatian dalam rangka menyusun rona lingkungan awal antara lain :
  • Keberadaan vektor penyakit meliputi Ragam jenis penyakit dan Populasi/penyebaran
  • Habitat vektor
  • Sanitasi lingkungan, termasuk : Saluran air/pembuangan air limbah; Drainase air hujan; Tempat pembuangan limbah padat/sampah; MCK; Pot (tempat tanaman) berair
Komponen tersebut di atas juga perlu diperhatikan dalam mencermati dampak yang ditimbulkan, antara lain oleh : Proses produksi (debu, kebisingan, gas, getaran); Pengelolaan limbah dari kegiatan; Serta dampak yang tidak langsung

Pada saat mulai kegiatan prakonstruksi hingga operasi.
  1. Parameter Lingkungan, yang perlu dicermati dalam rangka studi kesehatan lingkungan antara lain : Keadaan  dan sistem lingkungan kesehatan yang ada; Jenis dan keberadaan predator; Sanitasi lingkungan;     Fasilitas medis; Pelayanan kesehatan; Berjangkitnya endemi, pandemi dan epidemi.
  2. Sumber Data tentang kesehatan masyarakat dapat berbentuk : Data primer, yang diperoleh dengan metode : Kuesioner, Interview, Observasi. Sedangkan Data sekunder (diperoleh dari instansi terkait) yang meliputi : Jumlah penduduk, Komposisi mata pencarian, Tingkat pendidikan, Status kesehetan, Macam pola penyakit, Jumlah kematian, dan Mortalitas (dapat dicermati di tempat pemakaman)
  3. Landasan Dasar, pengamatan kesehatan masyarakat untuk menyusun dokumen amdal adalah keadaan rumah tangga penduduk yang meliputi : Ventilasi / sirkulasi udara dalam rumah, Kebersihan rumah; Jumlah keluarga; Penyakit yang diderita; Keadaan air minum; Pengelolaan lingkungan, termasuk MCK, air kotor, sampah dan lain-lain, juga Gaya hidup
  4. Informasi Tambahan, yang diperlukan untuk mengetahui jenis vektor penyakit dilakukan dengan observasi: Habitat vektor (serangga) dan Kepadatan vektor.
  5. Hewan pembawa penyakit digunakan untuk menerangkan penyebab suatu masalah kesehatan dan asal-usul penyakit, misalnya : Unggas/burung, Kucing, Anjing,  Babi
  6. Kebiasaan memakan santapan yang diduga tercemar : Kerang, Ikan yang diawetkan dengan formalin, Makanan/minuman berwarna, juga misalnya terkait Bakso dengan pengawet borax.
  7. Kondisi Kesehatan, suatu daerah dapat dilihat dari banyaknya orang sakit, sedang indikator yang  digunakan adalah : Insidensi suatau penyakit (Incidence Rate =IR) adalah jumlah kasus baru yang terjadi di kalangan penduduk selama periode waktu tertentu; Prevalensi dari suatu penyakit (Prevalence Rate=PR) adalah jumlah penderita suatu penyakit di kalangan penduduk selama waktu tertentu; Selain itu angka kematian bayi merupakan indikator yag paling sensitif diantara indikator kesehatan lainnya, oleh sebab itu angka kematian bayi sering digunakan sebagai indikator kesehatan masyarakat
Metode Penelitian Audit Lingkungan
Biasanya meliputi beberapa tahapan, antara lain :
  1. Melakukan identifikasi yang terdiri dari : Pengumpulan bukti; Diperlukan istrumen; Bukti yang ditemukan, diperlukan : - Preaudit, - Verifikasi, - Kunjungan lapangan (site audit).
  2. Membuat rumusan hipotesa (sebelum melakukan preaudit, verifikasi dan kunjungan lapangan (site audit)
  3. Melakukan uji hipotesa berdasarkan atas temuan data
  4. Menyususn suatu kesimpulan
Berikut salah satu contoh Kerangka Isi Standart "Audit Lingkungan "
  1. Pendahuluan
  2. Ruang Lingkup
  3. Acuan Normatif
  4. Definisi
  5. Persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan
  • Persyaratan Umum
  • Kebijakan Lingkungan
  • Perencanaan : (1). Aspek-aspek Lingkungan; (2). Persyaratan Undang-Undang dan Persyaratan Lain; (3). Program Manajemen Lingkungan
5. Implementasi dan Operasi
  • Struktur dan Tanggung Jawab
  • Pelatihan, Kepedulian dan Kompetensi
  • Komunikasi
  • Dokumentasi Sistem Manajemen Lingkungan
  • Pengendalian Dokumen
  • Pengendalian Operasional
  • Kesiagaan dan Tanggap Darurat
6. Pemeriksaan dan Tindakan Koreksi
  • Pemantauan dan Pengukuran
  • Ketidakselarasan dan Tindakan Koreksi serta Pencegahan
  • Rekaman
  • Audit Sistem Manajemen Lingkungan
6. Tinjauan Manajemen
  • Penilaian
  • Evaluasi
  • Mitigasi

Berlangganan Artikel Kesmas Disini

 
berita unik