Teknis Pengelolaan Limbah Cair

Written By Lencir Kuning on Tuesday, August 12, 2014 | 6:54 PM

ISTILAH YANG SERING DIPERGUNAKAN PADA PENGELOLAAN AIR LIMBAH

Sebelum membicarakan lebih lanjut tentang air buangan / air limbah, maka perlu kiranya diketahui terlebih dahulu beberapa istilah yang penting dipergunakan dalam pengelolaan air limbah. Tinja (excreta) adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh manusia. Kotoran Rumah Tangga (domestic sewage) adalah air yang telah dipergunakan yang berasal dari rumah tangga atau pemukiman termasuk di dalamnya adalah yang berasal dari kamar mandi tempat suci, WC, serta tempat memasak. Air limbah (waste water) adalah kotoran dari masyarakat dan rumah tangga dan juga yang berasal dari industri, air tanah, air permukaan serta buangan lainnya. Dengan demikian air buangan ini merupakan hal yang bersifat kotoran umum. Saluran air limbah (sewer) adalah perlengkapan pengelolaan air limbah, bisa berupa pipa ataupun selokan yang dipergunakan untuk membawa air buangan dari sumbernya sampai ke tempat pengolahan atau ke tempat pembuangan.

  • Saluran tercampur (combined sewer) adalah saluran air limbah yang dipergunakan untuk mengalirkan air limbah, baik yang berasal dari rumah tangga maupun yang berasal dari daerah industri, air hujan dan air permukaan.
  • Saluran terpisah (separate sewer) adalah cara pembuangan air limbah dengan cara mengadakan pemisahan antara air limbah yang berasal dari rumah tangga atau daerah pemukiman dan air limbah yang berasal dari daerah industri dengan air limbah yang berasal dari daerah luapan air hujan atau aliran pengeringan.
  • Pembuangan sistem saluran (sewerage) adalah cara pengelolaan air limbah termasuk di dalamnya, mulai dari pengumpulan. pemompaan, proses pengaliran sampai pada proses pengolahannya berikut bangunan pengolahnya.
  • Bangunan air limbah (sewage treatment plant) adalah kelompok bangunan yang dipergunakan untuk mengolah / memproses air limbah menjadi bahan - bahan yang berguna lainnya, serta tidak berbahaya bagi sekelilingnya. Bangunan ini dibuat untuk melayani wilayah tertentu sesuai dengan kapasitas bangunan tersebut.
  • BOD 5 (Biochemical Oxygen Demand) adalah banyaknya oksigen dalam ppm atau miligram/liter (mg/l) yang diperlukan untuk menguraikan benda organik oleh bakteri, sehingga limbah tersebut menjadi jernih kembali. Untuk itu semua diperlukan waktu 100 hari pada suhu 20 derajat Celcius. Akan tetapi di laboratorium dipergunakan waktu 5 hari sehingga dikenal sebagai BOD 5.
  • COD (Chemical Oxygen Demand) adalah banyaknya oksigen dalam ppm atau miligram/liter yang dibutuhkan dalam kondisi khusus untuk menguraikan benda organik secara kimiawi.
  • Oksigen terlarut (Disolved Oxygen = DO) adalah banyaknya oksigen yang terkandung di dalam air dan diukur dalam satuan miligram per liter. Oksigen yang terlarut ini dipergunakan sebagai tanda derajat pengotoran limbah yang ada. Semakin besar oksigen yang terlarut, maka menunjukkan derajat pengotoran yang relatif kecil.
  • Denitrifikasi (denitrification) adalah proses perombakan oleh bakteri terhadap nitrat menjadi nitrogen gas atau berapa nitrous oksida.
  • Nitrifikasi (nitrification) adalah pemberian oksigen pada omnia untuk diubah menjadi nitrit dan nitrat oleh mikroorganisme.
  • Benda Organik (organic matter) adalah zat yang pada umumnya merupakan bagian dari binatang atau tumbuh - tumbuhan dengan komponen utamanya adalah karbon, protein dan lemak/lipid. Benda organik ini mudah sekali mengalami pembusukan oleh bakteri dengan menggunakan oksigen terlarut dalam limbah.
  • Effluent adalah cairan yang keluar dari salah satu bagian dari bangunan pengolah atau dari bangunan pengolah secara keseluruhan.
  • Lumpur (Sludge) adalah jumlah endapan yang tersisa setelah mengalami penguapan pada suhu 103 derajat - 105 derajat Celcius dari suatu air limbah.
  • Settleable solid adalah lumpur yang mengendap dengan sendirinya pada kondisi yang tenang selama 1 jam secara gaya beratnya sendiri.
  • TSS (Total Suspended Solid) adalah jumlah berat mg/l kering lumpur yang ada di dalam air limbah setelah mengalami penyaringan dengan membran berukuran 0,45 mikron.
  • MLSS (Mixed Liquor Suspended Solid) adalah jumlah TSS yang berasal dari bak pengendap lumpur aktif.
  • MLVSS (Mixed Liqour Volatile Suspended Solid) adalah MLVSS yang telah dipanaskan pada suhu 600 derajat Celcius sehingga benda volatilenya menguap.
  • Lumpur aktif (activated sludge) adalah endapan lumpur yang berasal dari air limbah yang telah mengalami pemberian udara (aerasi) secara teratur. Lumpur ini berguna untuk mempercepat proses stabilisasi dari air limbah. Lumpur ini sangat banyak mengandung bakteri pengurai, sehingga ini sangat baik dipergunakan untuk pemakan zat organik pada air limbah yang masih baru.
  • Tangki pengendap terakhir (final settling tank) adalah tangki yang dipergunakan untuk mengendapkan lumpur setelah air limbah melalui proses aerasi. Dari tangki ini nantinya dihasilkan lumpur yang dapat dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan gas pada tangki pencerna. Selain lumpur, maka hasil akhirnya adalah limbah yang relatif sudah cukup bersih (effluent).
  • Waktu tinggal (detention time) adalah waktu yang diperlukan oleh suatu tahap pengolahan agar tujuan pengolahan dapat dicapai secara optimal. Pada setiap bagian bangunan pengolah mempunyai waktu tinggal yang berbeda - beda, sehingga waktu tinggal ini perlu diketahui lamanya pada setiap jenis bangunan pengolah. Dengan diketahuinya waktu tinggal ini, mka besarnya bangunan pengolah dapat dibuat dalam ukuran yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Berlangganan Artikel Kesmas Disini

 
berita unik