Masalah Kesehatan Lingkungan

Written By Lencir Kuning on Thursday, March 19, 2015 | 10:31 PM

Strategi Mengatasi Masalah Kesehatan Lingkungan


Kesehatan penduduk merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat yang antara lain dipengaruhi oleh faktor lingkungan hidup. Karakteristik lingkungan kumuh sebagai daerah penelitian ini ditandai oleh kepadatan penduduk tinggi, kerapatan bangunan tinggi, drainasi sempit dan dangkal, tata letak bangunan tidak teratur, sanitasi rumah buruk, konstruksi bangunan tidak teratur, jalan sempit dan sanitasi lingkungan buruk. Akibatnya khalayak yang bermukim di wilayah dengan lingkungan hidup seperti ini menjadi rentan terhadap berbagai macam penyakit. Kampanye   sosial  penanganan   kesehatan dan  lingkungan  hidup   yang  dilaksanakan selama ini belum menunjukkan hasil yang nyata. Permasalahannya antara lain kurangnya partisipasi khalayak  karena tidaktepatnya strategi yang digunakan. Strategi harusnya disusun sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sasaran serta mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh nyata terhadap tingkat partisipasinya.

Karenanya langkah pertama yang harus dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan kemudian mengubah sikap dan  perilakunya. Mengetahui keadaan umum sasaran pemasaran sosialdan faktor-faktor yang  mempengaruhi tingkat Partisipasinya saja belum menjamin strategi yang disusun mampu mempengaruhi khalayak. Karena itu perlu dilakukan identifikasi terhadap permintaan sasaran agar produk sosial yang dipasarkan sesuai dengan permintaan dan kemudian mampu memenuhi harapan dan keinginannya.

Semakin suatu pemasaran sosial mendekati strategi pemasaran komersial maka akan semakin sukses mencapai tujuannya. Karena itu tinjauan marketing mix (product,  price,  place,   promotion)    menjadi bagian yang sangat penting dalam menyusun suatu strategi pemasaran, sehingga strategi pemasaran sosial kesehatan dan lingkungan hidup di pemukiman kumuh ini juga akan ditinjau dari marketing mix.

Product, produk sosial yang perlu segera disampaikan kepada sasaran untuk mengatasi masalah sosial di bidang kesehatan untuk kepala keluarga adalah bahaya narkoba, perbaikan pelayanan kesehatan dan pemeriksaan (umum, mata dan gigi) gratis. Ibu rumah tangga memerlukan informasi tentang pengobatan gratis, demam berdarah dan anak sehat. Sedangkan remaja membutuhkan produk sosial narkoba, HIV dan demam berdarah.

Produk sosial lingkungan hidup yang dibutuhkan   sangat diharapkan. Selain itu masalah sampah, kebersihan lingkungan, air bersih dan penanganan limbah tetap merupakan kendala  yang harus dipecahkan dan perlu disampaikan segera kepada sasaran adalah masalah ketersediaan WC. Keterbatasan lahan yang dimiliki tidak memungkinkan mereka untuk membuat tempat MCK sendiri sehingga keberadaan  MCK  umum  yang  memenuhi syarat sangat diharapkan.  Selain itu masalah sampah, kebersihan lingkungan, air bersih dan penanganan limbah tetap merupakan kendala yang harus dipecahkan.

Place,  rata-rata tingkat pendapatan masyarakat di wilayah kumuh sangat rendah sementara jumlah tanggungan keluarganya cukup banyak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya mereka harus bekerja keras, itupun kadang-kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan empat sehat, apalagi lima sempurna. Kondisi demikian tentu saja membuat mereka rentan terhadap penyakit. Apalagi kondisi perumahan dan lingkungan yang kumuh mudah mempercepat berkembangnya bibit penyakit. Oleh karena itu pemasaran produk sosial kesehatan dan lingkungan hidup ini perlu difokuskan pada masyarakat yang bermukim di wilayah kumuh.

Price, sasaran yang tinggal di wilayah kumuh, umumnya tingkat pendapatannya rendah dengan tanggungan keluarga tinggi. Karenanya penambahan beban biaya (materiil) yang harus mereka keluarkan untuk menyerap program sosial akan sangat memberatkan. Sebaiknya untuk melaksanakan produk sosial di atas diberikan bantuan secara gratis.

Promotion, kalau ingin meningkatkan pengetahuan, pemahaman atau kesadaran sasaran, maka penggunaan media massa dipandang paling efektif. Tetapi untuk lebih meyakinkan sasaran maka penggunaan komunikasi interpersonal akan lebih efektif. Sementara penggunaan kedua media ini merupakan cara terbaik untuk mengubah sikap dan perilaku sasaran. Karenanya media yang dipilih untuk menyampaikan pesan produk sosial kesehatan dan lingkungan hidup yang akan dipasarkan kepada masyarakat di wilayah kumuh adalah media massa dan media interpersonal.

Agar pesan yang disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh khalayak sasaran maka pemilihan media perlu dilakukan secara cermat dan teliti. Nampaknya media massa yang paling tepat digunakan untuk menyampaikan pesan adalah media televisi dan folder/leaflet. Disamping itu pesan yang disampaikan perlu direncanakan dan dikembangkan secara baik.

Pesan disusun sedemikian rupa agar terlihat praktis, efektif tetapi berbobot, sehingga sasaran tertarik untuk pengetahui lebih jauh pesan yang disampaikan. Petunjuk langkah-langkah yang diberikan jelas dan menggunakan bahasa sederhana yang digunakan sehari-hari oleh sasaran.

Memanfaatkan media massa perlu mempertimbangkan berbagai unsur, yaitu proses komunikasi, keputusan komunikasi, media komunikasi, waktu komunikasi dan evaluasi (Kotler, 1989: 193)

Proses Komunikasi, dengan mempertimbangkan bahwa tingkat pemahaman responden terhadap produk-produk sosial yang akan dipasarkan sangat rendah maka model hirarki efek komunikasi yang disarankan adalah “The Learn – Feel – Do. Diharapkan sasaran akan mempelajari terlebih dahulu tentang produk yang ditawarkan. Kemudian muncul kesadaran bahwa produk sosial tersebut sangat mereka butuhkan dan akhirnya akan memahami dengan baik isi pesan produk sosial yang disampaikan.

Keputusan Komunikasi, tujuan komunikasi adalah mengubah tingkat pengetahuan dan pemahaman sasaran akan berbagai produk sosial kesehatan dan lingkungan hidup yang ditawarkan untuk kemudian dapat mengubah sikap dan perilakunya sesuai dengan tujuan pemasaran sosial yang diharapkan.

Dalam pengemasan pesan imbauan emosional lebih efektif dalam mengubah sikap, terutama imbauan yang menekankan emosi-emosi negatif., seperti menakut-nakuti. Ada beberapa alasan yang dapat ditunjukkan, antara lain karena kemampuannya menyentuh perasaan dan emosi sasaran, sehingga lebih mudah diubah sikapnya.

Media Komunikasi, media televisi menjadi pilihan responden untuk mendapatkan program sosial dan sebagian lagi memilih media cetak. Karenanya bisa menjadi pertimbangan untuk memilih kedua media tersebut. Nampaknya televisi dan folder dapat dipilih karena ada beberapa kelebihan yang dapat diandalkan dari kedua media ini.

Kekuatan Televisi (a). Efisiensi Biaya : Keunggulan televisi adalah kemampuan menjangkau khalayak sasaran yang sangat luas. Ia menjangkau khalayak sasaran yang tidak dapat dijangkau oleh media lain. Jangkauan masal ini menimbulkan efisiensi biaya untuk menjangkau setiap sasaran; (b). Dampak  Kuat : Kemampuannya untuk menimbulkan dampak yang kuat bagi konsumen dengan penekanan pada dua indra sekaligus, yaitu penglihatan dan pendengaran; (c). Pengaruh  Kuat : Kemampuannya yang kuat untuk mempengaruhi persepsi khalayak sasaran. Kebanyakan sasaran lebih percaya pada pesan yang disampaikan

lewat televisi dari pada yang tidak sama sekali.

Folder merupakan salah  satu media cetak yang menyajikan pesannya melalui tulisan, dan terdiri dari sebuah lembaran kertas yang dilipat sesuai dengan keinginan dari pembuatnya.

Ada beberapa keunggulan yang dimiliki folder. Bila dibandingkan dengan booklet, folder lebih murah karena tidak memerlukan biaya untuk penjilidan, tetapi cukup dilipat saja. Selain itu kelebihan lain, diantaranya dapat dibaca berulang-ulang, menarik, dan dapat dirancang sesuai kehendak komunikator, pembuatannya sederhana, dapat dibawa kemana-mana dan sebagainya.

Waktu Komunikasi, setiap program acara televisi mempunyai segmen penonton yang berbeda-beda, karena itu agar iklan layanan masyarakat untuk memasarkan produk sosial dapat mencapai sasaran, maka iklan harus ditayangkan pada program acara yang memungkinkan paling banyak ditonton sasaran.

Kepala keluarga di lokasi penelitian ini lebih memilih berita, sinetron laga atau olah raga sebagai acara favoritnya. Sementara remaja laki-laki lebih memilih olah raga, musik atau berita. Sedangkan ibu rumah tangga dan remaja putri sebagai target adpoters dari produk sosial ini umumnya menyukai acara-acara hiburan seperti telenovela dan sinetron. Sedangkan waktu terdedah umumnya dilakukan pada pagi, sore dan malam hari. Sebaiknya iklan ditayangkan minimal selama tiga bulan berturut-turut. Pesan akan diingat oleh sasaran dalam waktu lama jika ditayangkan berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang lama.

Pada waktu yang bersamaan sasaran lebih ditingkatkan lagi pengetahuannya dengan menyebarkan folder atau komunikasi interpersonal. Folder sebaiknya dibuat dengan warna yang menarik, dengan bahasa yang sederhana, dilengkapi dengan gambar, dengan jumlah lipatan antara 1-2 buah (2 - 4 halaman) dan kalau perlu dilengkapi dengan langkah-langkah yang jelas dalam melaksanakan produk sosial yang ditawarkan.

Evaluasi, program untuk tayangan televisi maupun folder sebelum disebar luaskan kesasaran harus dirancang dan diuji coba keefektifannya. Materi dicobakan dulu pada sebagian kecil sasaran, kalau ada yang perlu disempurnakan harus segera dilakukan. Setelah diperbaiki dicoba lagi sampai mendapatkan hasil yang maksimum. Setelah itu produk bisa diproduksi dalam jumlah banyak untuk kemudian disampaikan kepada seluruh sasaran.

Komunikasi massa kurang mampu menunjukkan peranannya tanpa didukung oleh komunikasi tatap muka/interpersonal. Media ini paling mampu meyakinkan sasaran, namun memerlukan banyak biaya,waktu dan tenaga.

Pada proses komunikasi tatap muka, kridibilitas komunikator sangat diharapkan. Komponen kridibilitas yang penting adalah keahlian, yaitu kesan yang dibentuk sasaran tentang kemampuan komunikator dalam kaitannya dengan topik yang dibicarakan. Komponen yang lain adalah kepercayaan, yaitu kesan komunikan tentang komunikator berkaitan dengan wataknya (Jalaluddin, 1989: 295). Kedua komponen ini perlu dimiliki oleh agen perubahan untuk mencapai dampak yang positif.

Ketika komunikator berkomunikasi, yang berpengaruh bukan saja apa yang ia katakan, tetapi juga keadaannya. Orang cenderung untuk menyukai orang yang memiliki daya tarik fisik dan banyak kesamaan dengannya (Jalaluddin, 1989: 296). Karenanya kemampuan atraksi fisik dan empati komunikator sangat dituntut disini agar daya persuasinya  tinggi.

Faktor lain yang berpengaruh pada efektivitas komunikator adalah kekuasaan, yaitu kemampuan menimbulkan ketundukan. Karenanya memanfaatkan tokoh masyarakat (opinion leaders) merupakan salah satu cara untuk menundukkan sasaran agar mau menyerap produk sosial yang dipasarkan.

Selain hal di atas, agen perubahan hendaknya mempunyai kemampuan dalam mempresentasikan pesan yang akan disampaikan. Pesan yang disampaikan menggunakan dua bentuk sekaligus, yaitu berupa pesan verbal dan non verbal.

Pesan dalam komunikasi hendaknya disusun dengan baik agar mudah diserap sasaran, dengan gaya dan bahasa yang sederhana, tidak menggunakan bahasa asing dan dikemas dengan menarik. Pesan dimulai dari gagasan utama, kemudian diperjelas dengan keterangan penunjang, serta diberikan kesimpulan dan bukti.

Mengingat tingkat pendidikan responden hanya setara SD atau SLTP  yang berarti wawasannya kurang luas, maka sebaiknya penyampaian pesan lewat komunikasi interpersonal dilakukan dengan materi yang tidak terlalu banyak. Pada kesempatan lain materi bisa ditambah secara berangsur-angsur dan selalu diadakan pengulangan pesan agar pesan benar-benar dapat diserap sasaran.

Berlangganan Artikel Kesmas Disini

 
berita unik