Lingkungan Sehat

Written By Lencir Kuning on Thursday, August 20, 2015 | 1:22 AM

Indikator Lingkungan Sehat

Di Indonesia, penduduk pedesaan yang menggunakan air bersih baru mencapai 67,3%. Dari angka tersebut hanya separuhnya (51,4%) yang memenuhi syarat bakteriologis. Sedangkan penduduk yang menggunakan jamban sehat (WC) hanya 54%. Itulah sebabnya penyakit diare sebagai salah satu penyakit yang ditularkan melalui air masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan angka kesakitan 374 per 1000 penduduk. Selain itu diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada Balita dan nomor 3 bagi bayi serta nomor 5 bagi semua umur.

Padahal menurut studi menunjukkan bahwa dengan penyediaan air bersih dapat mencegah penyakit diare sebesar 35% dan penggunaan jamban sehat dapat mencegah penyakit diare sebesar 28%.
Pencegahan penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air hanya dapat dilakukan dengan penyediaan air bersih, penggunaan jamban sehat pembuangan limbah cair dan padat rumah tangga serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar dan sebelum menjamah makanan serta menyimpan makanan dalam keadaan tertutup.
Dengan pertimbangan tersebut, pemerintah tetap konsisten dalam kebijakannya untuk memberdayakan masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dalam bidang penyediaan air bersih dan sanitasi dasar. Proyek WSLIC-2 bertujuan meningkatkan derajat kesehatan, produktivitas dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan merupakan komponen dari Program Lingkungan Sehat.

Program Lingkungan Sehat juga terkait dengan komitmen global dalam mewujudkan Millenium Development Goals (MDG) bidang lingkungan sehat. MDG yang ditandatangani para Kepala Negara anggota PBB pada Johannesburg Summit September 2002 mentargetkan pada tahun 2015 akan mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses terhadap air minum dan sanitasi dasar.

Berdasarkan Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat menempatkan air sebagai benda sosial sekaligus sebagai benda ekonomi, sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan/biaya dari penggunanya. Kegiatan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat dan sekolah serta upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit berbasis lingkungan. Dengan demikian keterlibatan aktif Puskesmas dengan menggunakan pendekatan Klinik Sanitasi adalah melalui pendekatan yang menerapkan upaya terpadu promotif, preventif dan kuratif yang difokuskan pada kelompok masyarakat yang rentan (population at-risk) terhadap penyakit berbasis lingkungan.

Berlangganan Artikel Kesmas Disini

 
berita unik